Cara mengatur uang, bukan teori
Tulisan pendek soal dana darurat, anggaran, dan kebiasaan mencatat, dengan angka yang masuk akal untuk penghasilan di sini.
Mencatat pengeluaran harian yang bertahan lebih dari dua minggu
Kebanyakan orang berhenti mencatat bukan karena malas, melainkan karena sistemnya terlalu berat. Ini cara memangkasnya sampai cukup ringan untuk bertahan.
BacaAnggaran amplop versi digital, tanpa uang tunai dan tanpa ribet
Metode amplop bertahan puluhan tahun karena satu alasan: batasnya terlihat. Begini memindahkannya ke rekening dan dompet digital tanpa kehilangan kekuatannya.
BacaDana darurat berapa bulan pengeluaran, bukan berapa kali gaji
Patokan yang banyak beredar memakai gaji sebagai pengali. Itu membuat targetnya salah untuk sebagian besar orang. Berikut cara menghitungnya dengan benar.
BacaGaji habis sebelum tanggal tua, dan ke mana sebenarnya perginya
Uang jarang hilang di satu pengeluaran besar. Ia bocor lewat tiga pos yang kecil kecil tapi berulang. Berikut cara menemukannya dalam satu malam.
BacaAturan 50/30/20 sering gagal di gaji Indonesia. Ini penyesuaiannya
Rasio 50/30/20 lahir dari struktur biaya yang berbeda dengan di sini. Bukan berarti dibuang, tetapi perlu disesuaikan dengan porsi sewa dan transportasi yang nyata.
BacaMengatur uang berdua tanpa ribut: tiga model yang terbukti jalan
Pertengkaran soal uang jarang soal nominal. Ia soal aturan yang tidak pernah disepakati. Berikut tiga model pembagian dan cara memilih yang cocok.
BacaLunasi utang dulu atau menabung dulu? Jawabannya ada di bunganya
Pertanyaan ini tidak butuh filosofi, cukup satu perbandingan angka. Termasuk urutan pelunasan dan posisi paylater yang sering diremehkan.
BacaTHR dan bonus: uang setahun sekali yang sering habis dalam dua minggu
Uang yang datang di luar siklus bulanan hampir selalu diperlakukan berbeda, dan biasanya lebih boros. Pembagian sederhana yang membuatnya bertahan.
BacaPenghasilan tidak tetap: cara menggaji diri sendiri setiap bulan
Pekerja lepas dan pemilik usaha tidak butuh anggaran yang berbeda, melainkan penyangga yang mengubah penghasilan naik turun menjadi gaji tetap.
BacaMenabung untuk target besar: hitung mundur, jangan menabung sisa
Uang muka rumah, menikah, atau sekolah anak terasa mustahil selama dilihat sebagai satu angka besar. Hitung mundurnya, dan targetnya berubah jadi setoran bulanan.
Baca