Lompat ke konten
Kembali ke blog

Dana darurat berapa bulan pengeluaran, bukan berapa kali gaji

Tim Kashira

Nasihat yang paling sering terdengar berbunyi “kumpulkan enam kali gaji”. Terdengar rapi, tapi patokan itu keliru untuk sebagian besar orang, dan arah kelirunya bisa dua duanya: terlalu besar sehingga menyerah di tengah jalan, atau terlalu kecil sehingga tidak menolong saat benar benar dibutuhkan.

Kenapa gaji bukan pengali yang tepat

Dana darurat dipakai saat penghasilan berhenti. Yang perlu ditutup pada saat itu bukan gaji Anda, melainkan biaya hidup Anda. Dua orang dengan gaji sama bisa punya biaya hidup yang berbeda jauh.

Bayangkan dua orang sama sama bergaji Rp 8.000.000:

  • Orang pertama tinggal bersama orang tua, pengeluaran rutinnya Rp 3.000.000.
  • Orang kedua mengontrak dan mencicil motor, pengeluaran rutinnya Rp 6.500.000.

Dengan patokan “enam kali gaji”, keduanya menargetkan Rp 48.000.000. Padahal kebutuhan sebenarnya berbeda jauh: Rp 18.000.000 untuk orang pertama, dan Rp 39.000.000 untuk orang kedua. Yang pertama menargetkan lebih dari dua kali lipat kebutuhannya, lalu merasa dana darurat itu mustahil dikejar. Yang kedua merasa sudah aman padahal masih kurang.

Rumus yang benar

Target dana darurat = pengeluaran rutin bulanan x jumlah bulan aman

Pengeluaran rutin bulanan adalah biaya yang tetap muncul walau Anda sedang tidak bekerja: sewa tempat tinggal, makan, transportasi, listrik dan air, internet, cicilan, serta premi asuransi. Biaya yang bisa dimatikan seketika, seperti langganan hiburan atau jajan di luar, tidak perlu dimasukkan.

Berapa bulan yang pantas

Jumlah bulan aman bergantung pada seberapa cepat penghasilan Anda bisa pulih.

Kondisi Bulan aman
Karyawan tetap, tanpa tanggungan 3 sampai 4
Karyawan tetap, punya tanggungan 6
Pekerja kontrak atau komisi 9
Pekerja lepas atau pemilik usaha 12

Makin tidak menentu penghasilan Anda, makin panjang bantalannya.

Kejar bertahap, jangan sekaligus

Target dua belas bulan terasa mustahil bila dilihat sebagai satu angka besar. Pecah menjadi tangga:

  1. Rp 1.000.000 pertama. Ini menutup kejadian kecil seperti servis kendaraan, dan yang lebih penting, membuktikan bahwa Anda bisa.
  2. Satu bulan pengeluaran. Di titik ini satu bulan tanpa penghasilan tidak lagi berarti berutang.
  3. Tiga bulan. Bantalan yang cukup untuk kebanyakan kejadian.
  4. Target penuh Anda. Kejar dengan santai setelah tangga ketiga tercapai.

Di mana menaruhnya

Dana darurat perlu dua sifat: cepat cair dan nilainya tidak turun. Rekening tabungan terpisah, deposito bertenor pendek, atau reksa dana pasar uang memenuhi keduanya. Saham dan kripto tidak, karena justru cenderung sedang turun tepat pada saat krisis membuat Anda membutuhkannya.

Pisahkan rekeningnya dari rekening harian. Uang yang terlihat setiap hari lebih mudah terpakai.

Menghitungnya di Kashira

Kashira menghitung target ini otomatis. Anda mengisi pengeluaran rutin bulanan saat onboarding, lalu memilih jumlah bulan aman antara satu sampai dua puluh empat. Halaman dana darurat menampilkan target, saldo berjalan, dan sisa kekurangannya, sehingga tidak perlu dihitung ulang setiap bulan.