Anggaran amplop versi digital, tanpa uang tunai dan tanpa ribet
Tim Kashira
Generasi sebelumnya mengatur uang dengan amplop. Gaji dicairkan, dibagi ke beberapa amplop bertuliskan dapur, sekolah, listrik, lalu setiap pos dibelanjakan dari amplopnya sendiri. Ketika amplop dapur kosong, belanja dapur berhenti.
Metode itu bertahan lama bukan karena canggih, melainkan karena batasnya terlihat. Anda tidak perlu menghitung apa pun untuk tahu sisa jatah.
Masalahnya, hampir tidak ada lagi yang menerima gaji tunai.
Yang hilang saat uang jadi angka di layar
Satu rekening menampung semua pos sekaligus. Saldo Rp 4.200.000 tidak memberitahu Anda bahwa Rp 1.800.000 di antaranya sudah punya tujuan: sewa yang jatuh tempo tanggal 5 dan cicilan tanggal 10.
Otak membaca saldo sebagai uang yang tersedia. Dari situ lahir keputusan belanja yang terasa wajar pada saat itu, dan terasa bodoh dua minggu kemudian.
Tiga cara memindahkan amplop ke digital
Amplop rekening. Buka dua sampai tiga rekening terpisah: satu untuk tagihan tetap, satu untuk belanja harian, satu untuk tabungan. Paling nyata, tetapi menambah kartu, biaya admin, dan urusan administrasi.
Amplop fitur bank. Banyak bank kini punya kantong atau saku di dalam satu rekening. Cukup untuk memisahkan, tetapi biasanya tidak bisa mencatat ke mana uang di kantong itu pergi.
Amplop di pencatatan. Rekeningnya tetap satu, pembagiannya hidup di aplikasi pencatat. Paling luwes, dan satu satunya yang bisa menjawab pertanyaan “jatah makan saya bulan ini tinggal berapa” tanpa Anda hitung sendiri.
Ketiganya sah. Yang penting pembagian itu ada di suatu tempat, bukan hanya di kepala Anda.
Susun amplopnya sekali
Mulai dari pos yang nominalnya tidak bisa Anda ubah bulan ini, lalu turun ke yang fleksibel.
| Urutan | Amplop | Sifat |
|---|---|---|
| 1 | Tagihan tetap | Nominal pasti, tanggal pasti |
| 2 | Tabungan dan target | Dipindahkan di hari gaji |
| 3 | Makan | Fleksibel, laju perlu dipantau |
| 4 | Transportasi | Fleksibel, cukup stabil |
| 5 | Keinginan | Sisa, dan memang boleh habis |
Amplop keinginan sengaja ditaruh terakhir. Ia satu satunya yang boleh habis tanpa rasa bersalah, karena empat amplop di atasnya sudah aman lebih dulu.
Aturan saat satu amplop kehabisan
Ini bagian yang menentukan metodenya berhasil atau tidak. Ada dua pilihan, dan hanya satu yang boleh.
Boleh: pinjam antar amplop, catat pinjamannya. Amplop makan habis di tanggal 22, ambil Rp 200.000 dari amplop keinginan, dan tulis pemindahannya. Total bulanan Anda tetap utuh.
Tidak boleh: menambah dari tabungan. Begitu tabungan menjadi penambal, ia berhenti menjadi tabungan, dan bulan berikutnya akan menambal lebih besar lagi.
Bila satu amplop habis tiga bulan berturut turut, amplopnya yang salah ukur, bukan Anda yang boros. Naikkan jatahnya, turunkan yang lain.
Sisa akhir bulan mau diapakan
Jangan dibiarkan mengendap di rekening belanja, karena di sana ia akan terpakai tanpa keputusan. Pilih satu kebiasaan dan pegang terus: seluruh sisa masuk ke dana darurat sampai penuh, setelah itu ke target terdekat.
Amplop yang menghitung sendiri
Kashira memperlakukan setiap kategori anggaran sebagai amplop: jatah, terpakai, dan sisa, dihitung ulang setiap kali Anda mencatat. Pemindahan antar kategori tercatat sebagai pemindahan, bukan pengeluaran baru, sehingga total periode tetap benar dan Anda bisa melihat pos mana yang tiap bulan minta dipinjami.